Islam
Sebagai Pendorong Kemajuan Sains dan
Teknologi
Dalam
sejarah peradaban manusia , berdasarkan pembuktian para pemikir baik pemikir
barat maupun muslim islam merupakan agama yang mendorong manusia untuk berpikir
dan menciptakan penemuan – penemuan baru , hal in ibis dilihat dalam Al – Quran
:
"Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal " ( QS. Ali Imran [ 3 ] : 190 ).
Berdasarkan
ayat di atas islam menghedaki setiap muslim agar terlahir menjadi seorang
pemikir dan terbias berpikir dalam menyelesaikan kehidupannya.
Berdasarkan
sejarah ada beberapa prestasi sain dan teknologi dalam naungan islam
diantaranya :
1. Bidang
Matematika
Al-Khawarizmi
sebagai guru aljabar Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam
penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di
bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad.
Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan
astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah.
Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India
pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam
berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali
memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau
pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang
begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.
2. Bidang
Ilmu Fisika dan Teknologi
Al-Khazini
adalah salah satu ilmuwan muslim di bidang fisika, biologi, kimia, matematika,
astronomi bahkan filsafat -meski sebenarnya banyak bidang dikuasai beliau,
namun bidang fisikalah yang paling dominan. Nama asli beliau adalah Abdur
Rahman Al-Khazini. Beliau lahir di Bizantium atau yang sekarang kita kenal
Yunani.
3. Bidang
Astronomi
Sejak
berabad abad lamanya,astronomi dan matematika begitu lekat dengan umat islam.
Tak heran kalau sejumlah ilmuwan islam bermunculan dari kedua bidang itu.salah
seorang diantaranya adalah abu abdallah muhammad ibnu jabir ibnu sinan
albattani yang lebih dikenal dengan panggilan albattani. Buah pikirnya
dalam bidang astronomi yang mendapat pengakuan dunia adalah lamanya bumi
mengelilingi matahari. Menurut perhitungannya,ia mengatakan bahwa bumi
mengelilingi matahari dalam waktu 365 hari,5 jam,46 menit. Ini adalah
perhitungan yang luar biasa dalam abad ke 9 masehi dimana peralatan dan ilmu
astronomi masih menggunakan alat seadanya.
4. Bidang
Ilmu Kedokteran
Para ilmuwan Muslim tak hanya
mempelajari buku-buku yang diterjemahkan dari bahasa Yunani, namun juga
mengembangkan, mengkritisi serta menemukan sesuatu yang baru dalam studi anatomi.
Ilmuwan masyhur bernama Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya Razi atau al-Razi (865
M- 925 M) berhasil mematahkan teori humorism yang dikemukakan oleh Galen.
Al-Razi merupakan dokter pertama yang
menolak teori humorism Galen. Ia meragukan teori Galen itu pada abad ke-10 M.
Rhazes mengkritik teori Galen yang menyatakan bahwa tubuh memiliki empat jenis
"humor" (zat cair), yang menjadi kunci keseimbangan bagi kesehatan
dan mengatur suhu tubuh secara
Sang dokter Muslim mematahkan teori itu lewat sebuah
percobaan. Ia memasukkan suatu cairan dengan temperatur berbeda ke dalam tubuh
dengan peningkatan atau penurunan panas tubuh, yang mirip dengan suhu cairan
tertentu.
Al-Razi mencatat bahwa minuman hangat
akan meningkatkan panas tubuh ke derajat lebih tinggi dari suhu alami. Sehingga
minuman akan memicu respons dari tubuh, bukan hanya mentransfer sendiri hangat
atau dingin itu.
Setiap
bangsa manapun pasti secara fitrahnya, menghendaki menjadi negara maju dan
memiliki perkembangan yang pesat dalam bidang Ilmu, Sains dan Teknologi; tiada
yang mau jadi negara nomor dua. Karena itu terdapat beberapa teori terkait
faktor-faktor apa saja yang bisa menghantarkan suatu bangsa menuju kemajuan di
bidang tersebut:
1. Faktor Sumber Daya Manusia
2. Faktor Sumber Daya Alam
3. Faktor Dukungan Pemerintah
4. Faktor Ideologis
Faktor
Ideologis inilah sebenarnya yang akan menghantarkan kepada kebangkitan,
walaupun SDA minim, dia akan berupaya mencari subtisusi SDA yang lain sehingga
kebutuhan industrinya akan tercukupi dan negara tersebut tidak bergantung
kepada negara lain, justru negara lain bergantung kepadanya; jika SDM lemah,
maka negara Ideologis akan menciptakan pendidikan bermutu dalam melahirkan SDM
berkualitas. Ideologi yang benar adalah yang bersumber dari wahyu, karena itu
hanya Islam sebenarnya yang akan menciptakan teknologi yang benar-benar
bermanfaat untuk kepentingan umat manusia.
Negara
ideologis yang tidak berdasarkan wahyu, hanya akan menciptakan ekspolitasi,
penjajahan, manupulasi dan monopoli kepentingan dalam bidang Ilmu, Sains dan
Teknologi. Karena itu ideologinya harus diambil dari Islam, agar dunia aman dan
sentosa dibawah naungan negara yang menerapkan ideologi tersebut. Pada masa
keemasannya negara yang menerapkan ideologi wahyu adalah Khilafah Islamiyah.
Karena itu jika kita ingin menciptakan Ilmu, Sains dan Teknologi yang
benar-benar manusiawi maka pilihlah Ideologi Islam. Wallahu A’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar